Kamis, 25 April 2013

Artikel Solusi Keamanan Unsri


SOLUSI KEAMANAN UNSRI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt12gzjeOMMpWB8oA2TwHOPg1L1j10zpLH-nKXIG1UR2jlOGas9U1nsh36iJIdvyVmKI3Vvt5nACjFZ3LCljWAW4gmtQx0mIe1P0TRETsYzwxGdcc6vqZKoQfnHFAWG4Ui0TGM0ToVbuI/s692/uuuuun.jpgUniversitas Sriwijaya merupakan satu-satunya universitas negri yang ada di Sumatera Selatan dan masuk dalam peringkat ke 9 dari 50 besar universitas terbaik yang ada di Indonesia berdasarkan webometrics  pada Januari 2012. Dengan prestasi akademisi yang tak perlu diragukan lagi seharusnya dengan kualitas yang sudah dimiliki Unsri sebagai universitas yang terkemuka dan berakreditasi baik dapat didukung juga dengan fasilitas kampus yang membuat mahasiswa merasa nyaman dan aman.
            Fasilitas tidak hanya dari segi teknologi maupun penyediaan alat untuk memperlancar sistem belajar mengajar seperti wifi, kursi, papan tulis, kelas,dll. Tetapi, juga dari keamanan dan kenyaman sebuah kampus yang bertempat di kampus utama Unsri Inderalaya Jl. Raya Palembang-Inderalaya KM 32 Inderalaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia dan kampus Bukit Besar Palembang Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
            Pada tahun 2013 ini, sudah banyak kejadian yang terjadi dikampus Unsri baik dari pencurian motor, pencurian mobil sampai pencurian sepeda, pencopetan, penembakkan,dll. Tidak hanya terjadi dikampus Inderalaya tetapi juga terjadi dikampus Unsri Palembang. Salah satunya kejadian yang baru-baru ini menghebohkan kampus Unsri Inderalaya hingga menjadi topik sampul halaman depan beberapa media cetak yang ada di Sumatera Selatan salah satunya Tribun Sumsel.
            Saat itu Iwan (17) warga desa Sukaraja Ogan Ilir, diamankan pihak keamanan Unsri Indralaya, Selasa (16/4/2013) sekitar pukul 16.30. Bujangan yang berprofesi sebagai kernet mobil itu, hendak mencuri sebuah kendaraan bermotor di lingkungan kampus tersebut. Namun, seorang mahasiswa yang melihat gelagat pelaku sangat mencurigakan, langsung meneriaki maling hingga akhirnya pelaku Iwan berhasil diamankan. Sedangkan satu pelaku lagi yakni Rio yang baru dikenal pelaku satu minggu ini, berhasil melarikan diri.
            Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa kurangnya keamanan yang ada di Unsri Inderalaya mengakibatkan seseorang dengan bebas keluar masuk lingkungan kampus. Sehingga, menyebabkan sering terjadinya tindak kriminalitas yang membuat mahasiswa dan mahasiswi merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas mereka.
            Pencurian tidak hanya terjadi dikampus Unsri Inderalaya tetapi juga terjadi dikampus Unsri Palembang. Menurut sumber LMPGS Unsri, pada Senin (26/3) yang lalu sekitar pukul 14.00, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Prodi PGSD dikejutkan dengan hilangnya motor Jupiter MX dengan nomor polisi BG 4133 ZE milik Pak Sis seorang guru kualifikasi prodi pendidikan jasmani dan olah raga, “motor saya parkir di halaman depan kampus seperti biasa, usai kuliah begitu terkejutnya melihat motor tidak ada di tempat saya memarkirkannya, motor saya kunci stang tapi tidak ditambah dengan kunci pengaman seperti gembok” ungkap Pak Sis.
            Kelalaian dan kurang perhatian pemilik kendaraan terhadap kendaraannya bisa menjadi faktor penyebab kurangnya kewaspadaan seseorang terhadap situasi keamanan yang sudah jelas kurang memenuhi standar keamanan. Selain itu ditempat yang sama salah seorang mahasiswi hampir saja kehilangan motor miliknya dan beruntungnya pencuri tersebut berhasil diamankan oleh pihak terkait. Ternyata, salah satu pencuri tersebut adalah satpam penjaga tempat tersebut tetapi dikarenakan tidak adanya baju khusus untuk penjaga maka dengan mudah seseorang keluar masuk lingkungan kampus. Hal ini juga perlu diperhatikan sebagai identitas pekerjaan seseorang disuatu lingkungan terutama lingkungan kampus.
            Tidak hanya dari segi kriminalitas saja yang menjadi pokok permasalahan kita tetapi kebebasan seseorang yang tidak berkepentingan didalam kampus dengan leluasa dapat masuk kearea kampus dengan mudahnya. Contohnya, menurut sumber dari LMPGS Unsri bahwa Universitas Sriwijaya telah dimasuki pengemis yang berkeliaran disekitar ruang kuliah zona C fakultas pertanian. Pengemis tersebut berkeliling dari kelas ke kelas meminta-minta uang dengan mahasiswa disana.
            Saat ditanyai mengapa pengemis itu masuk kampus ia hanya menjawab “untuk mencari makan” ujar pengemis tersebut. Padahal mengemis perbuatan yang tidak baik kecuali benar-benar orang tersebut sudah tidak mempunyai daya dan upaya dalam kehidupannya mencari nafkah untuk hidup.
            Dari beberapa contoh kejadian di atas kita perlu mengambil tindakan yang signifikan tidak hanya berbentuk peraturan hitam di atas putih tetapi perlu ada tindakan nyata yang membawa perubahan dalam meningkatkan kualitas keamanan kampus terutaman kampus Unsri baik di Inderalaya maupun Palembang.
            Hampir semua mahasiswa mengeluh atas ketidak nyaman dengan seringnya terjadi pencurian, pengerusakan, bebasnya orang luar masuk dalam lingkungan kampus, dll. Seharusnya pihak yang berwenang lebih memperhatikan sistem yang ada dilingkungan kampus terutaman dari segi keamanan dengan mengambil tindakan yang tegas. Seperti diungkapkan oleh salah satu mahasiswa Unsri Fakultas Matematika dan Ilmpu Pengetahuan Alam ini, “ iya, menurut saya kurangnya security atau satpam yang menjaga parkiran dan lebih tepatnya tidak ada sama sekali. Tidak usahkan satpam lahan parkiran pun tidak ada. “ ujar Andi salah satu mahasiswa jurusan fisika.
            Ketidak merataan dalam pengaman kampus bisa menjadi salah satu faktor kurangnya perhatian pihak Unsri maupun fakultas itu sendiri dalam memfasilitasi keaman kampus terutama disetiap fakultas yang ada. Kurangnya lahan khusus untuk memarkirkan kendaraan seperti mobil, motor dan sepeda menjadi catatan khusus kurangnya fasilitas yang diberikan pihak pengelola kampus. Oleh sebab itu, jika ada lahan parkiran khusus maka akan lebih memperkecil kriminalitas seperti pencurian atau pengerusakan kendaraan dengan dijaganya beberapa satpam atau security.
            Selain itu, bisa juga dengan menambahkan syarat atau peraturan dalam pengambilan kendaraan sehingga tidak terjadi pencurian dengan modus atau tindakan yang tidak biasa seperti membawa kendaraan orang lain dengan mengaku menjadi kerabatan si pemilik kendaraan tanpa jelas identitasnya. Bisa kita terapkan sistem manual dengan peletakkan nomer pada setiap kendaran yang ada dan memberikan nomer yang sama atau duplikatnya pada pemilik kendaraan sehingga ketika si pemilik mengambil kendaraan mereka hanya memberikan nomer duplikat tersebut dengan penjaga parkiran sesuai nomer pada kendaraannya.
            Bisa juga dengan sistem teknologi yaitu membuat alat yang dapat mendeteksi id card atau kartu pengenal mahasiswa dengan sensor. Sehingga, dapat dideteksi siapa saja yang mengambil kendaraan dilahan parkiran tersebut dan memperkecil kemungkinan orang luar untuk mengambil kendaraan orang lain karena harus menggunakan kartu pengenal mahasiswa Unsri.
            Lalu bisa juga keamanan kampus dilakukan dengan penjagaan jarak jauh dengan memasang instalasi CCTV yang kemudian dipasang pada titik tertentu yang memungkinkan terjadinya tindakan kriminal atau pun tindakan yang lainnya. Dengan mengawasi dan mengontrol dari suatu ruangan khusus yang bisa dikontrol oleh penjaga ataupun mahasiswa itu sendiri. Disamping itu juga kita dapat memanfaatkan sumber daya manusia dalam pembuatan atau pemasangan CCTV sehingga meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang IT.
            Selain itu, keamanan Unsri sendiri dengan lahan yang begitu besar dan sulit untuk dijangkau setiap sudut. Setidaknya, setiap jalan atau pintu masuk baik dari depan, samping maupun belakang yang daerahnya berdekatan dengan aktivitas dan tempat tingal mahasiswa-mahasiswi seperti di rusunawa diperlukan penjaga yang menjaga disekitar tempat tersebut baik di pagi, siang maupun malam hari.
            Kurangnya penerangan lampu disetiap jalan yang ada di Unsri pada malam hari membuat kita sering menemukan orang-orang dari luar berhasil masuk dalam lingkungan kampus sehingga membuat orang-orang tersebut bebas melakukan aktivitas yang tidak semestinya dilakukan dikampus dan memungkinkan untuk terjadinya tindakan kriminal yang berkelanjutan.
            Diharapkan dari beberapa solusi diatas dapat mengubah atau meningkatkan keamanan yang ada di Unsri baik Unsri Inderalaya maupun Palembang. Sehingga, dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tindakan kriminal yang disebabkan oleh pihak luar atau dilingkungan kampus itu sendiri. Membuat mahasiswa-mahasiswi, dosen maupun staff yang bekerja di lingkungan kampus merasa aman dan nyaman beraktivitas dilingkungan kampus.

               













Daftar pustaka